Cinta memang bukan perkara baru lagi di
telinga kita. Kehidupan tergerak, denyut nadi perjuangan terhempas dan
pengorbanan menjadi ringan saat cinta
menjelma, dan merasuk kedalam jiwa. Cinta memang dahsyat, menjadi penerang saat
hati diterpa kegundahan. Obat penyejuk di tengah gersangnya gurun kehidupan. Namun
siapa sangka, oleh karena cinta pula banyak orang terjerembab, melalaikan untuk
apa ia diciptakan hingga ingkar kepada Allah. Dzat yang seharusnya menjadi
labuhan dan tambatan akhir dari setiap jengkal cinta.
Sebagai manusia kita tak akan mungkin terlepas
dari cinta. Kurang bijaksana bila kita menutup mata untuk tidak mengetahui
seluk beluk tentang cinta. Apalagi saat cinta itu menyapa, menyemai benih dalam
lubuk jiwa. Jangan berusaha menyembunyikannya atau sok tidak merasakannya,
karena cinta memang fitrah pemberian Allah yang harusnya kita jaga dan pelihara
sesuai sunnah NabiNya Atau kebablasan dalam menyikapinya sehingga terjerumus
dalam lembah dosa. Astagfirullah!
Manusia adalah makhluk yang sempurna. Dalam
sifat sempurnanya itu, terdapat hati yang berfungsi untuk merasakan. Dengan
keajaiban yang diberikan Allah ta’ala, hati terkadang bisa mendorong mata untuk
menangis dan bibir untuk tersenyum. Di hati inilah perasaan cinta itu hadir.
Dengan hati inilah, manusia berhak untuk merasakan cinta, dicintai dan
mencintai.
Pertanyaannya kemudian, Apakah cinta itu?
Kapan harus mencintai dan kapan menjadi seseorang yang dicintai? Nampaknya
pertanyaan ini cukup membuat kita tertarik untuk mendalaminya lebih lanjut.
Kalau ditanya cinta itu apa, mungkin jawaban yang bisa diberikan adalah bahwa
cinta adalah fitrah manusia. Sebagian orang berpendapat bahwa cinta itu ibarat
madu sekaligus racun. Disatu sisi cinta dapat membawa manfaat sekaligus
kebahagiaan luar biasa. Namun disisi lain, cinta dapat berubah menjadi hal yang
berbahaya, tercela bahkan membawa penderitaan.
Sebagian orang berpendapat, cinta identik
dengan nafsu. Bahkan mereka berpendapat cinta itu tidak bisa terlepas atau sengaja
dinafikan dari nafsu. Benarkah ini?
Manusia diberi akal sebagai kelebihan dan keistimewaan dari makhluk lain, maka sebaiknya kita pergunakan akal dengan sebaik-baiknya dalam menempatkan nafsu di dalam cinta dan berpikir serta merenungi perasaan di dalam dada berdasarkan akal sehat, bukannya berpikir dan merasa berdasarkan hawa nafsu.
Manusia diberi akal sebagai kelebihan dan keistimewaan dari makhluk lain, maka sebaiknya kita pergunakan akal dengan sebaik-baiknya dalam menempatkan nafsu di dalam cinta dan berpikir serta merenungi perasaan di dalam dada berdasarkan akal sehat, bukannya berpikir dan merasa berdasarkan hawa nafsu.
Nafsu bak bunga-bunga penghias cinta dan
salah satu pengungkap perasaan,agar membuat cinta itu tetap awet dan bisa
bertahan dalam keharmonisan . Bukankah dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa manusia
dihiasi dengan nafsu syahwat terhadap wanita, anak serta harta benda dan segala
kemewahan.
Allah berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia
kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta
yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik (surga).” (Ali Imran[3]: 14)
Islam sendiri pun telah mengakui eksistensi
cinta terhadap lawan jenis. Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh
pada diri manusia. Akan tetapi,cinta itu harus dijaga dan dilindungi dari
kehinaan. Cinta pada lawan jenis bukan sesuatu yang kotor. Bahkan ia adalah
sesuatu yang suci. Dan pernikahan adalah “Bingkai” yang dapat menjaga
kesuciannya.
Ibnu Qayyim Al- Jauziyyah pernah berkata
tentang cinta suci. Cinta suci dari seorang laki-laki yang suci, yang tidak menginginkan
agama dan kesucian darinya serta pribadinya menjadi rusak. Dia juga tidak ingin
hubungan antara dirinya dengan Allah menjadi renggang. Inilah cinta orang-orang
salaf yang mulia.
Ungkapan seorang pria yang mencintai seorang
wanita. “Sesungguhnya saya mencintainya karena Allah dan saya ingin agar cinta
yang benar di hadapan Allah”. Untuk membingkai cintanya agar ia tetap suci
sesuai fitrahnya, lalu sang pria
berusaha dan bersungguh-sungguh menikahinya dengan cara yang di Ridhai
Allah. Subhannallah
Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, “Kecintaan, kasih
sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan
tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang
melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan
membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang
sesungguhnya. Inilah yang membuatnya menjadi tercela.
Quote untuk yang takut mengakui cintanya. “
Cinta menyakitkan bila Anda putuskan hubungan dengan seseorang. Itu malah lebih
sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu. Tapi cinta paling
menyakitkan bila orang yang kau cintai sama sekali tidak mengetahui perasaanmu
terhadapnya.
Ada sebuah
puisi sebagai penutup.
Sering nampak ketika fajar usai tenggelam
Pesona keutuhan lingkup melingkar
Meski redup dia tunjukkan terang
Dalam gelap, iringan ketika petang
Kadang utuh, kadang berkurang
Dalam
malam dia ditemani bintang
Dalam
bayang, dia dipandangi awan
Putaran
Rotasi-Nya yang akan menentukan
Atas
karunia- Nya semua terciptakan
Dalam
fitrah, terkandung suatu keagungan
Menjaga
setiap kemungkinan
Dalam keadaan rasa tak terduga datang
Setiap doa menentukan keutuhan rasa
Harapan rasa untuk bisa mendekatkan kepada-Nya
Tujuan mulia agar di Ridhoi- Nya
Selalu menjaga keutuhan cinta- Nya
Agar dalam penantian, cahaya kan menjemputnya
Tentu saja semua atas ridho-Nya
Ridho Tuhan alam semesta

Bener, antara cinta lawan jenis dan nafsu akan berbarengan, maka hiasilah nafsu itu dengan keimanan. Jikapun kita mencintai lawan jenis maka cukup tuhanmu saja yang tau, jika kau lelaki maka datangi walinya, jika kau wanita maka kadukan saja padaNya, biar tuhan yang atur segalanya. Suara hati akan sampai pada sang empu hati tujuan. Namun, alangkah indahnya jika kau komitmen bahwa cinta hanya untuk dia seorang 'yang entah siapa' cukuplah cinta yang berpakaian nafsu itu hanya untuk kekasih halalmu saja, agar segala sesuatu lebih terasa indah,, *eeeaaaa
BalasHapus