Kamis, 26 Februari 2015

Harapan





Ya Allah, semuanya ada pada lingkar takdir-Mu
Aku hanya takut jalan yang ku ambil ini salah
Jalan yang akan membuatku menyesal pada nantinya
Hanya ingin semuanya jelas
Apakah benar ia benteng ku?

Ketakutan itu kadang mendera dalam diriku
Takut jika syaitan mempengaruhiku
Menanam benih yang tak seharusnya
Menyematkan nafsu yang begitu bahayanya
Ya Allah, ku mohon terangilah jalan ku

Ya Allah, Engkau tahu ini adalah kali pertama untukku
Mengenal selain dari jenis ku
Jika dia serius kenapa tidak aku menerimanya
Terima ajakan ta’arufnya di hadapan wali ku

Ya Allah, yang membolak-balikan hati
Yang memiliki Kuasa atas diri ku
Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya mencintai selain hanya kepada-Mu
Dan aku berharap jika cinta datang menyapa ku
Aku tidak akan kehilangan-Mu
Jangan..Jangan biarkan itu terjadi


Ya Allah, pintaku dalam hati
Aku berharap bisa mencintai orang yang memiliki cinta yang luar biasa kepada-Mu
Yang bisa mengarahkanku menuju keridhoan-Mu
Berdiri bersama untuk selalu di jalan-Mu
Mengarungi samudra kehidupan yang kejam ini.

Rabu, 25 Februari 2015

Gara-Gara Di Jodohin



Assalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarokatuh....
Hai, konbanwa minna
Oh iya enie mau sedikit cerita nih,, tapi bahasanya sedikit lebih Gahol dari biasanya. :D
********
Malam ini sedikit terbersit di hati gw, rasanya pengen  cerita awal pertemuan gw sama belahan jiwa  di One Week One Paper (OWOP).


Gara-Gara Di Jodohin

Rabu malam tepatnya tanggal 3 Desember 2014 di grup OWOP ada pengumuman penting dari admin seputar diadakannya rules baru di OWOP. Kalau ngga salah nama adminnya  Sa’id Al-khudry, kalau ngga salah loh ya... Dan biasa gw panggil bang said, dia ini orang yang berperan penting banget dimana  awal mula gw mendapatkan belahan jiwa. 

Gw masih inget banget, malam itu member kumpul digrup sambil diabsen disuruh nyertain umurnya gitu, tujuannya biar mempermudah sang admin menjodohkan member buat pasangan menulisnya di OWOP. Untung bukan pasangan hidup #eh

Dan akhirnya gw dapet pasangan nulis yang masih asing banget belum saling kenal. Tadinya gw berdoa semoga pasangan gw orangnya engga cuek atau judes gitu..hehe. Kalau dilihat dari namanya sih sesuai analisa, orangnya kalem dan pemalu gitu sama kayak gw. Estetika Islam itulah nama pasangan nulis gw, umurnya sedikit diatas gw. fiuh, aku harus bisa akrab sama Couple Nulis ku ini. 

Tiba-tiba,dretzz..dretzz sling, suara whatsapp gw yang bunyi  nampak ada pesan.. Gw bukalah pesannya, eh ternyata dari dia “Assalamua’laikum, ini tadi pasangan nulis aku kan. Salam kenal ya, semoga bisa kerja sama ya kita. Oh iya, nama ku Estetika Islam panggil aja este”.langsung deh gw bales pesannya “ Wa’alaykumussalam wr wb, wah iya benar. Salam kenal ukh este, nama saya Enie Handyasningsih panggil saja enie. Semoga bisa kerjasama ya. Aamiin :)

Inilah awal percakapan dimulai dengan sedikit canggung karna gw sendiri masih bingung mau ngobrol apa aja. Bahasa gw kaku banget gitu, lagipula gw juga harus lebih sopan karena dia sedikit diatas gw umurnya. 

Dan besoknya  mulailah gw bicarain tentang menulis, “Assalamu’alaykum ukh este. Oh iya minggu ini ada minggu tantangan ya? Siapakah yang mau ditantang duluan?” Dijawablah pesan gw, “Wa’alaikumsalam, eh iya ya minggu tantangan. Mulai kamu dulu aja ya, soalnya lagi banyak kegiatan kampus  nih. Takut ngga sempet jawab tantangannya”. Boleh kan ya? Langsung deh gw jawab, “Boleh banget ukh este. Eh iya jangan tantangin saya buat cerita cinta ya, duh paling ngga bisa saya nya. Dia pun balas pesan gw , Okelah. Aku tantangin kamu buat cerita hal yang ngga bisa dilupain sampai sekarang ini ya? Siap ukh este. Dari situ kita mulai akrab, ngobrol panjang kali lebar jadilah luas. Sampai dia bilang kecanggungannya saat gw panggil ukh. Dia minta gw panggil namanya aja biar lebih akrab, dan gw tetep keukeuh manggil ukh este. Hehe..

Dia pun mensiasati itu dengan manggil gw pakai, Ukh Beb enie.. Jujur sedikit risih, tapi ngga apa-apa kali ya biar tambah akrab. Mulailah panggilan itu menyebar di grup OWOP, sampai-sampai kita ditiruin. Kadang suka ada yang manggil, Hai Ukh beb enie. Dan gw sama ukh beb este enjoy aja, malah ditambahin embel-embel “Say” dibelakangnya. Hai ukh beb enie say, hai ukh beb este say.haha

Tapi kelihatannya kita dapat respon baik di grup OWOP, walaupun  lucu-lucu geli gimana gitu. Yang bikin gw aneh dan merasa geli itu saat dua ikhwan suka niru gaya kita, namanya Bang Baim dan Bang Suhel. Mereka suka say hai “Hai akh suhel say, hai akh say baim” dan dibolak balik ngga karuan panggilan sepesial kita.hem.. Ini abang-abang gw gokilnya ngga ketulungan kalau lagi bercanda. Gw kadang suka mesem-mesem sendiri di depan hp, gara-gara tingkahnya.haduh ampun

Ngga cuma itu aja, kita jadi dapet sebutan Duo E dari bang suhel dan gw terusin dengan sebutan estenie gabungan dari nama kita berdua.. Jadilah muncul istilah baru “estenie” dari gw. Apa yang terjadi? lagi-lagi sebutan ini jadi trending topik digrup OWOP. Haha.. Duh kita ini Couple Paling Fenomenal di OWOP sepertinya. Bahkan Mbak dan Abang alias Mbang di OWOP suka ketuker kalau nyebut kita berdua. Ya begitulah singkat cerita pertemuan gw sama “Belahan Jiwa “ gw di OWOP. Walapun belum pernah ketemu secara nyata face to face  rasanya udah akrab dan lengket banget, ibaratnya kita ini Kembar Tapi Tak Serupa . Dan disitu ada este disanalah enie berada.




Senin, 23 Februari 2015

Indahnya Hidup Bersama Kekasih-Nya

 




  Segala  puji hanyalah milik Allah yang menggenggam setiap kejadian. Pengangkat setiap kemuliaan, penyempurna setiap kebahagian.
       Shalawat serta salam semoga senantiasa menyelimuti Rasulullah tercinta dan seluruh keluarga, kerabat serta umatnya sepanjang zaman.      
       Wahai saudara-saudaraku yang seiman lagi budiman, sungguh tiap orang sangat merindukan hidup ini penuh kebahagiaan, kemuliaan, kehormatan dan kesuksesan didunia maupun diakhirat. Namun kenyataan sering kali tak sesuai dengan harapan. Padahal hidup didunia hanya sekali dan belum tentu lama.  Untuk itu, kita harus segera menemukan kunci yang dapat membuka pintu karunia idaman kita. Itulah pribadi Rasulullah Muhammad saw yaitu sebagai suri tauladan umat islam.
      Hal ini sesuai dengan firman Allah : QS. Al Ahzab ayat 21, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yangmengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."    Oleh karena itu, bila kita sungguh-sungguh mengenal dan berusaha keras mengamalkan apa-apa yang ada pada diri Rasulullah, insya allah, kita akan mendapat keuntungan yang dapat segera dirasakan manfaatnya.

KEUNTUNGAN MENGAMALKAN AKHLAK RASULULLAH
  1. Hidup Menjadi Lebih Mudah dan Indah
    Meniru akan jauh lebih mudah daripada mengarang atau menciptakan sendiri. Meniru kebaikan bukanlah hal yang tercela. Bahkan meniru sikap Rasul merupakan ibadah dan berpahala. Tentu saja ini akan membuat hidup kita jauh lebih mudah dan indah karena segalanya ada contohnya dan jelas suri tauladannya. Bagai seorang yang berjalan di hutan belantara yang rumit dan berbahaya, namun bila ada petunjuk jalan yang sangat mahir dan menguasai medan, tentu saja perjalanan akan jauh lebih mudah dan menyenangkan bukan..
Jauh lebih aman karena bisa  menghindar dari bahaya. Lebih bisa menikmati perjalanan dengan aneka pemandangan-pemandangan indah di hutan.. Semua lebih mudah di dapat dengan panduan sang petunjuk jalan dan jelas kita akan cepat sampai.
   Kurang lebih demikian keadaan oarang yang terus menerus mensuri tauladani sikap Nabi Muhammad saw. Ia akan bisa menikmati aneka episode hidup ini betapapun harus mengarungi belantara kehidupan yang berat dan rumit...

2. Hidup Menjadi Lebih Muliadan Terhormat

    Karena standar perilaku Nabi Muhammad  saw begitu tinggi dan mulia, secara tak langsung baik sadar ataupun tidak, jelas ini semua akan mengangkat martabat dan kehormatan serta kemuliaan siapapun yang menirunya. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al Quran ayat 4. " Dan sesungguhnya kamu benar- benar berbudi pekerti yang agung."
    Dengan demikinan, orang akan merasakan dampak dari kesabaran, kerendah-hatian, kedermawanan, dan kemuliaan akhlak kita. Dan kita melakukan semua itu bukan untuk dipuji orang lain melainkan memang perilaku tersebut harus kita lakukan sebagai ibadah, sehingga kemuliaan yang ada benar-benar murni tanpa rekayasa dan tamak terhadap pujian serta penghargaan makhluk. Semua itu hanya akan kita dapatkan dengan mentauladani Rasulullah saw.

3. Hidup Lebih Disukai dan Disayangi Orang Lain

    Pribadi Rasul yang patut kita tiru adalah pribadi yang sangat menyenangkan dan penuh manfaat bagi orang banyak, sehingga secara tidak langsung pribadi kita pun akan menjadi yang menyenangkan dan bermanfaat, Tentu saja hal ini akan menimbulkan simpati, horrmat dan kasih sayang dari orang lain.
Sungguh nikmat hidup dengan hati yang damai , tentram, betapapun berada dalam kesengsaraan kehidupan yang hiruk pikuk penuh masalah.
Kasih sayang dan perhatian yang tulus dari orang lain, buah dari pribadi kita yang baik akan turut membuat hidup ini lebih indah. Walaupaun demikian, akan ada saja orang yang tidak menyukai kebaikan kita. Namun bila disikapi dengan akhlak yang penuh kemuliaan niscaya tidak akan mengurangi kebahagiaan yang akan kita rasakan.

4. Hidup Akan Lebih Berprestasi

    Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa Rasulullah sangat menjaga mutu dari setiap yang beliau lakukan. Beliau selalu berusaha melakukan yang terbaik, dengan konsep  yang jelas, perencanaan yang matang, sikap yang prefesional, dan dengan etos kerja  yang prima. Hasilnya pun terbukti dan teruji kekokohannya hingga saat ini.
   Bisa dibayangkan sendiri andai kata kita hidup  dengan cara hidup beliau. Insya Allah kemampuan berkarya dan berprestasi kita akan melejit. potensi akan berkembang maksimal, aneka masalahnya akan terkemas menjadi sesuatu yang bernilai tambah bagi kemampuan.

  Disadari atau tidak, kita pun akan terkejut sendiri melihat kemampuan yang berlipat ganda dari upaya mempersembahkan yang terbaik dari kehidupan ini.

5. Akan dicintai Allah dan Rasul

   Adalah termasuk janji Allah yang Maha Agung untuk mencintai siapapun yang mencintai kekasih-Nya. Sebagaimana yang kita maklumi,  orang yang paling beruntung adalah orang yang dicintai oleh Allah--penguasa alam semesta ini.

   Allah Swt Maha Tahu keadaan kita yang sebenarnya, baik itu harapan, kebutuhan yang terpikirkan maupun yang belum terlintas sekalipun. Maka, tiada kesempurnaan nikmatan dalam hidup selain menjadi makhluk yang dicintai dan disayangi oleh Allah Swt.



Rabu, 18 Februari 2015

Laut Mana Yang Tak Berombak, Bumi Mana Yang Tak Kena Hujan



Kesalahan termasuk sebuah realitas. Mengapa harus membenamkan kepala bila pernah menegakkan kepala? Merasa bersalah karena berbuat salah itu wajar, asalkan tidak berlebihan. Malu adalah perisai keluhuran budi manusia. Tetapi, kita jangan malu-maluin. Atau lebih parahnya kita tak tahu malu. Bila demikian, lumrahkah jika kita pernah melakukan kesalahan?
 
Iya, sekali-kali berbuat salah dianggap sah-sah saja, asalkan tidak terlalu sering melakukannya. Sebab, hal itu akan mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kita. Ia akan mengira bahwa kita adalah orang yang ceroboh. Maka, bukanlah sesuatu yang memalukan bila kita menyadari telah melakukan sebuah kesalahan.

Sayangnya, tidak sedikit yang merasa kecewa dan teramat malu setelah menyadari kesalahan yang diperbuat. Tipikal orang seperti ini terlalu membesar-besarkan masalah. Terkait itu, kita perlu memahami bahwa setiap kesalahan tidak pernah diharapkan terjadi. Namun, semuanya tetap terjadi lantaran kita adalah manusia, bukan malaikat. Lantas, apa yang harus kita perbuat setelah melakukan kesalahan?

Seusai berbuat salah, kita haru memperbaiki kesalahan tersebut. Tak ada cara lain yang tepat. Dan tidak ada alasan lain yang lebih pantas selain memperbaikinya. Tetapi, apakah hal ini tidak berarti bahwa kita membuka aib sendiri?

Aib? Siapa bilang mengakui kesalahan merupakan sebuah aib? Kitajangan terlalu membesar-besarkan masalah. Justru, sikap seperti itulah yang mencerminkan ketidakmampuan kita dalam mengatasi sebuah masalah.
Kesalahan adalah proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik. Tanpa berbuat kesalahan sedikit pun, orang lain justru curiga terhadap kita. Aneh bukan? Iya , memang terasa sangat ganjil bila kita mendapati seseorang yang pekerjaannya nyaris sempurna seratus persen. Jika yang kita maksud adalah malaikat, maka mungkin benar adanya. Sayangnya, kita tidak sedang mendiskusikan dunia malaikat. Melainkan, membahas tentang dunia nyata. Bila kita pernah melakukan kesalahan, maka segeralah perbaiki.

Kesadaran tersebut sangat pengting untuk menjaga kesinambungan produktivitas. Jika kita membiarkannya terus berlarut-larut, justru sangat merugukan kita. Sebab, terlalu banyak yang dikorbankan. Cost-nya terlalu besar bila kita membiarkan sebuah kesalahan berkembang menjadi masalah baru. Maka, jangan pernah menganggap enteng sebuah masalah kecil.

Biasanya, api yang besar disulut dari cipratan bunga api. Dan api yang besar susah dipadamkan. Inilah masalah yang sebenarnya. Maka bersikaplah secara wajar. Tinjaulah kembali segala sesuatu agar kita dapat mengetahui peristiwa yang terjadi. Koreksi dan instropeksi diri adalah kata kunci yang tepat dalam hal ini. Oleh karena itu, janganlah lari dari kesalahan. Namun, segeralah berlari mencari cara penyebab kesalahan tersebut. Semangat kawan!

“Al Mutannabi berkata, Masalah kecil menjadi besar di mata orang yang kecil, sedangkan masalah besar menjadi kecil di mata orang yang besar