Rabu, 04 Februari 2015

Ilfeel Sama Ikhwan Genit



Mungkin ceritanya engga menarik, tapi ini sedikit curhatan kekesalan ku selama ini di facebook yang membuat ku ilfeel. Curhatan ini untuk memeriahkan acara One Week One Paper dalam memperingati berdirinya facebook.

 

 

Begini, waktu awalnya di facebook aku cuma berteman sama teman-teman di sekolah. Lama kelamaan orang-orang tak di kenal banyak yang nge-add, mulai dari akhwat sampai ikhwan. Tanpa berpikir panjang semua permintaan pertemanan aku konfrim. Selama memakai facebook belum pernah sekalipun mampang foto full-muka ku. (Takut disalah gunain foto muke ku,hehe)


Sampai pada akhirnya ada beberapa teman facebook nanyain kamu itu jarang masang foto full muka ya, jadi penasaran muka mu kayak apa enie. Dalam hati, sambil nge-baca komenan temen-temen facebook aku ngedumel “Muka ku ya seperti orang pada umumnya lah! Ada matanya, hidungnya, bibirnya, alisnya.”


Dan beberapa temen sekolah ku pada angkat bicara di komenan itu, bahkan ada yang nge-upload foto full muka ku pas lagi senyum meringis melambaikan 5 jari tangan. Langsung dah pada hebooh dengan kemunculan muka meringis. Foto yang di upload banyak banget yang komen, dari teman akhwat sampai ikhwan tak di kenal pun. 


Nah, seketika itu aku menjadi artis dadakan karena temen ku suka ngetag foto pas aku lagi main basket, main voly, dan tanding silat, bahkan fotoku pas ngisi sedikit ceramah waktu Maulid Nabi acara Sekolah. Aku mulai sedikit resah sama foto-foto itu dan aku minta tolong temen ku buat ngehapus semua tag-annya. hmm :(


Gara-gara itu  semua,  suka ada ikhwan Genit yang ngirim pesan, “Hai cantik, boleh kenalan ngga? Hey cewek, lagi online yah! Kamu udah punya pacar belom?Kamu rumahnya di mana dek? Boleh minta nomer telepon kamu?”. Aku mulai merasa mual baca pesan-pesan di facebook sampai amarah ku memuncak dan aku bikin status. Buat para ikhwan yang inbox, afwan saya tak bisa balas pesan-pesan seperti itu. Bukan saya sombong! Saya ini seorang muslimah hanya ingin menjaga diri saja sama yang bukan mahramnya. Tolong dimengerti. Saya sudah ada yang memiliki. Syukron


Mulai dari situ aku sangat berhati-hati kalau mau meng-konfrim pertemanan. Bahkan sampai sekarang aku merasa ilfeel sama ikhwan yang sok kenal dan suka modus. Sedikit membatasi dan berhati-hati dalam berkomunikasi sama ikhwan.

Padahal sahabat ku saja dua orang ikhwan, tapi kan ngga genit kaya mereka-mereka yang tak di kenal dan sok kenal. Ampun deh kelakuan yang ada aja jaman sekarang , pengen tutup mata melihatnya. Malu sama kucing dong! 


 Karena tadi ku bilang bahwa  “Saya sudah ada yang memiliki”. Jadi sahabat-sahabat ku pada ngecengin. Eh beneran nie sudah ada yang memiliki nih? Siapa tuh orangnya? Eh bukannya nie ngga akan mau pacaran sampai ada Akad yak? Hayoo siapa kasih tau lah.wkwk

Aku jadi ketawa sendiri, kebohongan ku ini membuat sahabat-sahabat ku jadi kepo abis. Percaya banget sama kata-kata ku tadi, padahal aku masih memegang prinsip ku dengan kokoh. Yuk mari jadi JOSS (Jomblo Sampai Sah). No khalwat until akad!


Inilah sebab kenapa aku ilfeel sama ikhwan seperti di atas, sampai sekarang ini ketika berteman dengan ikhwan harus bener-bener memilahnya. Afwan ya buat ikhwan-ikhwan saya tidak bermaksud menyindir, karena ini sebuah curhatan. Buat ikhwanul muslimin modusnya sama yang SAH saja ya nanti, biar modusnya bernilai pahala. :)

“Segala sesuatu selain dzikrullah adalah permainan dan kesia-siaan, kecuali terdapat empat hal : Yaitu seorang suami yang mencandai isterinya, seseorang yang melatih kudanya, seseorang yang berjalan menuju dua sasaran (memanah) dan seseorang yang berlatih renang.” (HR. An-Nasai)

1 komentar: