Mungkin ceritanya engga menarik, tapi ini sedikit curhatan kekesalan ku selama ini di facebook yang membuat ku ilfeel. Curhatan ini untuk memeriahkan acara One Week One Paper dalam memperingati berdirinya facebook.
Begini, waktu awalnya di facebook
aku cuma berteman sama teman-teman di sekolah. Lama kelamaan orang-orang tak di
kenal banyak yang nge-add, mulai dari akhwat sampai ikhwan. Tanpa berpikir
panjang semua permintaan pertemanan aku konfrim. Selama memakai facebook belum
pernah sekalipun mampang foto full-muka ku. (Takut disalah gunain foto muke
ku,hehe)
Sampai pada akhirnya ada beberapa
teman facebook nanyain kamu itu jarang masang foto full muka ya, jadi penasaran
muka mu kayak apa enie. Dalam hati, sambil nge-baca komenan temen-temen
facebook aku ngedumel “Muka ku ya seperti orang pada umumnya lah! Ada matanya,
hidungnya, bibirnya, alisnya.”
Dan beberapa temen sekolah ku pada angkat
bicara di komenan itu, bahkan ada yang nge-upload foto full muka ku pas lagi
senyum meringis melambaikan 5 jari tangan. Langsung dah pada hebooh dengan
kemunculan muka meringis. Foto yang di upload banyak banget yang komen, dari teman
akhwat sampai ikhwan tak di kenal pun.
Nah, seketika itu aku menjadi artis dadakan karena temen ku suka ngetag foto pas aku lagi main basket, main
voly, dan tanding silat, bahkan fotoku pas ngisi sedikit ceramah waktu Maulid Nabi
acara Sekolah. Aku mulai sedikit resah sama foto-foto itu dan aku minta tolong
temen ku buat ngehapus semua tag-annya. hmm :(
Gara-gara itu semua, suka ada ikhwan Genit yang ngirim pesan,
“Hai cantik, boleh kenalan ngga? Hey
cewek, lagi online yah! Kamu udah punya pacar belom?Kamu rumahnya di mana dek?
Boleh minta nomer telepon kamu?”. Aku mulai merasa mual baca pesan-pesan di
facebook sampai amarah ku memuncak dan aku bikin status. Buat para ikhwan yang inbox, afwan saya tak bisa balas pesan-pesan
seperti itu. Bukan saya sombong! Saya ini seorang muslimah hanya ingin menjaga
diri saja sama yang bukan mahramnya. Tolong dimengerti. Saya sudah ada yang
memiliki. Syukron
Mulai dari situ aku sangat
berhati-hati kalau mau meng-konfrim pertemanan. Bahkan sampai sekarang aku
merasa ilfeel sama ikhwan yang sok kenal dan suka modus. Sedikit membatasi dan
berhati-hati dalam berkomunikasi sama ikhwan.
Padahal sahabat ku saja dua orang
ikhwan, tapi kan ngga genit kaya mereka-mereka yang tak di kenal dan sok kenal.
Ampun deh kelakuan yang ada aja jaman sekarang , pengen tutup mata melihatnya. Malu sama
kucing dong!
Karena tadi ku bilang bahwa “Saya sudah ada
yang memiliki”. Jadi sahabat-sahabat ku pada ngecengin. Eh beneran nie sudah
ada yang memiliki nih? Siapa tuh orangnya? Eh bukannya nie ngga akan mau pacaran
sampai ada Akad yak? Hayoo siapa kasih tau lah.wkwk
Aku jadi ketawa sendiri, kebohongan
ku ini membuat sahabat-sahabat ku jadi kepo abis. Percaya banget sama kata-kata
ku tadi, padahal aku masih memegang prinsip ku dengan kokoh. Yuk mari jadi JOSS
(Jomblo Sampai Sah). No khalwat until akad!
Inilah sebab kenapa aku ilfeel sama
ikhwan seperti di atas, sampai sekarang ini ketika berteman dengan ikhwan harus
bener-bener memilahnya. Afwan ya buat ikhwan-ikhwan saya tidak bermaksud
menyindir, karena ini sebuah curhatan. Buat ikhwanul muslimin modusnya sama
yang SAH saja ya nanti, biar modusnya bernilai pahala. :)
“Segala sesuatu selain dzikrullah
adalah permainan dan kesia-siaan, kecuali terdapat empat hal : Yaitu seorang
suami yang mencandai isterinya, seseorang yang melatih kudanya, seseorang yang
berjalan menuju dua sasaran (memanah) dan seseorang yang berlatih renang.” (HR.
An-Nasai)
Ustadzah sedang ceramah di bagian bawah haha
BalasHapus