Kamis, 05 Juni 2014

Ya Allah, Ajari Kami Memahami Semua ini


 


     Banyak peristiwa kami temui dalam keseharian. Banyak problem kami hadapi dalam hidup. Dan semua itu kami yakin berada dalam garis edar takdir-Mu ya Allah. Menyaksikan itu, kami terkadang terhenyak. Diliputi banyak pertanyaan yang sulit kami temukan jawabannya. Itulah keterbatasaan kami, yang harus selalu kami akui.
Di sini,’’kami datang meminta petunjuk-Mu agar Engkau berkenan mengajarkan kami banyak hal dalam kehidupan ini, membukakan rahasia dan hikmah yang kerap tak tersingkap. Tentu agar kami bisa sedikit lebih paham atas semua yang telah Engkau tentukan.

Mengapa Semua yang Kami Harapkan tak Sebanding dengan yang Kami Dapatkan


     Kami bersyukur atas semua nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan pada kami, pada keluarga kami, pada masyarakat kami, pada bangsa ini, dan pada agama-Mu yang senantiasa kami berpegang teguh  di dalamnya. Nikmat-Mu tak terkira oleh kami. Karunia-Mu begitu besar, jauh lebih besar dari amal ibadah yang kami tunjukan untuk mengabdi  kepada-Mu.
     Karunia-Mu kepada kami ya Allah, sungguh luas. Tak bertepi, namun kami menyimapan kerisauan dalam diri. Ada tanya dalam hati, " Mengapa usaha dan kerja keras kami, doa yang setiap saat kami panjatkan, harapan yang selalu kami gantungkan tidak sejalan antara hasil dengan realita. Kami merasa bahwa yang kami peroleh masih sangat  jauh dari usaha dan kerja keras kami.
     Bukannya kami tidak mau bersyukur ya Allah. Kami pun tidak bermaksud hendak  menyanggah keputusan-Mu, karena kami yakin itulah yang telah Engakau gariskan. Seperti itulah yang telah Engkau tetapkan. Dan itulah yang terbaik untuk kami, menurut perhitungan-Mu nyang tidak pernah salah.
     Kami tetap selalu ingin bersyukur, agar Engkau mencatatkan kami sebagai hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur. Hanya saja ya Allah, bantulah kami memahami semua ini. Memahami semua karunia-Mu . memahami mengapa harapan kami tak sebanding denagn apa yang kami dapatkan. Ajari kami ya Allah, agar kami pandai membaca sebab dan lebih pandai memahami; diri kami dan karunia yang Engkau berikan serta hikmah dan rahasia di balik semua itu. Di mana letak penghambat datangnya karunia-Mu yang lebih besar.
     Ada di antara kami berdoa setai saat, bekerja dan melakukan ibadah yang menurut kami cukup maksimal. Namun, sepertinya belum ada hasil yang bisa menentramkan batin ini. Bukan maksud kami akan berputus asa, tapi bantulah kami untuk memahami semua ini. Mengapa ujian-Mu tak kunjung berhenti.
     Kami tidak pernah berhenti bercita-cita. Tidak pernah pula kami berhenti berdoa. Semua yang menurut ukuran kami baik telah kami lakukan. Namun, yanh kami peroleh belum seperti yang kami harapkan.
     Kami sadar ya Allah, bahwa kami harus terus melakukan intropeksi, bermuhasabah, menghitung diri, mengingat-ingat peasn orang-orang shalih seperti Ibnu Atailah rahimahullah yang berkata. Ia berpesan,”Jangan menuntut Allah karena terlambatnya permintaan yang telah engkau panjatkan kepada-Nya. Namun hendaknya engkau membetulkan diri. Tuntunlah diri supaya tidak terlambat melaksanakan kewajiban-kewajibanmu kepada Allah."
Hanya itu yang baru bisa kami lakukan. Karena itu, mohon bantulah kami ya Allah.

Berdasarkan Realita kehidupan, pengalaman dan lika-liku yang pernah tejadi sampai sekaranng. heheehee.....Mari direnungkan sama sama :D


  Mengapa Semakin Mencari Jalan Keluar, Semakin Ditemukan Jalan Buntu


     Hidup kami seakan tidak pernah lepas dari masalah, ujian, dan cobaan. Maafkan kami ya Allah, jika kalimat ino mungkin tidak beretika dan terlalu berlebihan. Tapi inilah yang kami rasakan. Beberapa kali kami mencoba untuk keluar dari keterpurukan, ketertinggalan, ketertindasan di negeri ini. Namun semua seperti masih jauh panggangan dari api. Apalah daya kami sebagai rakyat kecil ini.

     Kami tak sedang berkeluh kesah. Sebab kami yakin bahwa dengan izin-Mu pasti setelah kesuliatan akan ada kemudahan. Akan segera terbit fajar kegemilangan. Bahkan tanpa usaha kamipun, jika Engkau berkehendak semua kesulitan itu seketia bisa berganti dengan kejayaan. Akan tetapi ajarkanlah kami untuk memahami semua ini, semua rentetan peristiwa yang kami lalui, setiap kesulitan yang kami hadapi untuk menjemput kejayaan kami, agar kami tetap tegar dan optimis.

        Setiap hari kami berusaha, mencoba meniti jalan dan cara untuk memperbaiki kondisi kami. Tetapi jalan itu selalu saja buntu, sehingga kami hanya mampu untuk sekedar bertahan dari kesulitan yang ada.
       Di negeri ini, telah banyak cara yang kami lakukan untuk  melakukan perbaikan, tetapi seolah di depan ada tembok kokoh yang sulit untuk di runtuhkan. Telah berkali-kali kami memilih dan mencari pemimpin yang baru, berharap agar kehidupan kami lebih baik, tapi mengapa penyelewengan dan keterpurukan itu belum juga beranjak dari bumi kami.
      Di negara ini, lembaga hukum telah banyak dibentuk untuk menangani kejahatan, tapi mengapa korupsi semakin merajalela dan sulit untuk dihentikan. Di negeri ini, katanya masyarakatnya menganut adat ketimuran yang sopan dan penuh tatakrama, tapi mengapa begitu banyak terjadi penganiayaan dan penindasan antara satu kolompok dengan yang lain.
      Di negeri ini umat Rasul-Mu Muhammad saw adalah penghuni terbanyak, tapi mengapa mereka seakan tak punya daya dan kekuatan. Ajari kami memahami semua ini ya Allah, agar kami mengerti mengapa keadaan ini masih terus terjadi menimpa kami.