Kamis, 22 Januari 2015

Refleksi Diri

27-60


Seorang Ayah mengajak anaknya mendaki sebuah pegunungan. Ditengah perjalanan tiba-tiba anaknya tersungkur jatuh dan terluka sembari berteriak, “AAAHHHH!!”.
Kemudian anak itu kaget ketika mendengar ada suara balasan dari suatu tempat di pegunungan itu, “AAAHHHH!!”. Didorong rasa ingin tahunya, ia berteriak” Siapa kamu?” suara itu menerima balasannya “Siapa kamu?”
Anak itu berteriak lagi “Aku mengagumi suaramu!”.
Suara itu menjawab “Aku mengagumi suaramu!”. Karena kesal jawabannya selalu sama, ia berteriak “Tampakkan dirimu wahai pengecut!”.
Ia kemudian menerima jawaban, Tampakkan dirimu wahai pengecut!”. Lantas ia berpaling pada Ayahnya dan bertanya, “Apa yang terjadi Ayah?”

Sang Ayah tersenyum lalu berkata, “Anakku, coba perhatikan. Kemudian orang tua itu berteriak,”Kamulah Sang Juara!”. Anak itu terkejut, tetapi ia masih tidak mengerti.
Ayahpun menjelaskan, orang menyebut ini GEMA, tapi sesungguhnya ini adalah HIDUP. Hidup selalu memberi imbalan atas apa yang kita katakan atau lakukan. Hidup kita adalah refleksi dari perbuatan kita, jika kamu ingin mendapatkan cinta dalam hidup ini, wujudkanlah cinta dalam hatimu.
Jika kamu ingin mereka memahami mu, maka pahamilah apa yang ada pada dirimu. Semuanya bermula pada diri kita sendiri, memulai dengan kebaikan juga akan berakhir dalam kebaikan. Walau jalan menujunya begitu banyak rintangan, percayalah kau bisa merobos hingga kemenangan didepan mata mu. Ini semua berlaku dalam segala hal, dalam segala aspek kehidupan. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kamu berikan kepadanya.

                 “Sungguh Hidupmu bukan sebuah kebetulan. Ia adalah refleksi dari dirimu. “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar