Selasa, 03 Februari 2015

Persahabatan Menuju Surga

Ketika Sang raja sedang asyik bercerita tentang kepahlawanan para panglima perang dan tentara muslimin di medan jihad, tiba-tiba pelayan raja itu mengabarkan bahwa ada tamu penting yang hendak menghadap. Sang raja pun berhenti bercerita. Anaknya yang bernama Said terlihat sangat kecewa lantaran ceritanya berhenti begitu saja. 
Sang raja mengetahui sesuatu yang dirasakan oleh anaknya. Maka, ia pun memberi nasihat kepada anaknya, “Anakku, kini saatnya bagimu untuk mencari teman sejati yang setia denganmu dalam suka dan duka. Seorang teman yang baik akan membantumu menjadi orang  baik. Dan teman sejatilah yan bisa mengantarkanmu ke surga.
Said bertanya, “Apa maksud kalimat teman sejatilah yang dapat mengantarkanku ke surga?”
Raja menjawab, “Ia adalah orang yang benar-benar berteman denganmu bukan karena derajatmu, tetapi lantaran kemurnian cinta yang tercipta dari keikhlasan hati. Ia mencintaimu karena Allah Swt. Demikian pula dengan mu, kamu juga mencintainya dengan penuh keikhlasan. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang akan membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar terang dan mengantarkan kalian menuju surga.
Said bertanya kembali,”Bagaimana caraku menemukan teman yang seperti itu, Yah?”
Raja menjawab, “Kamu harus menguji orang lain yang hendak kamu jadikan sahabat, Nak. Caranya, undanglah siapa saja yang kamu inginkan ke istana ini, lalu ajaklah mereka makan pagi bersamamu. Ulurlah waktu penyajian makanannya, biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah yang akan mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga butir telur. Jika ia  tetap bersabar, hidangkanlah telur tadi kepadanya. Cermatilah yang dilakukan mereka. Inilah cara yang paling mudah bagimu untuk memilih teman sejati.”
Said merasa sangat senang mendengar nasihat Ayahnya. Ia pun segera mempraktekkan cara mencari teman sejati. Ia mengundang anak-anak pembesar kerajaan. Sebagian besar dari mereka marah-marah lantaran hidangan makanan tidak kunjung keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal. Ada anak yang memukul meja, dan ada pula yang melontarkan kata-kata tidak terpuji karena terlalu lama menunggu.
Diantara mereka ada seorang anak yang bernama Adil. Ia adalah anak seorang menteri. Menurut Said, Adil ialah anak yang baik hati dan setia. Maka, ia ingin mengujinya. Akhirnya diundang lah Adil untuk makan pagi di istana. Adil memang terlihat lebih sabar ketimbang anak-anak lainnya. Ia menunggu hidangan makanan dengan setia. Setelah dirasa cukup lama, Said mengeluarkan sebuah piring berisi tiga butir telur rebus.
Adil berkata, “Hanya inikah sarapan pagi kita? Itu tidak cukup untuk mengganjal perutku.” Adil tidak mau menyentuh telur itu. Lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Said sendirian . Said terdiam, ia merasa tidak perlu minta maaf kepada Adil. Sebab Adil telah meremehkan makanan yang direbus dengan tangannya sendiri.
Pada hari berikutnya, Said mengundang anak seorang saudagar kaya. Tentunya, anak saudagar itu begitu senang menerima undang makan pagi dari anak raja. Pada malam hari sebelumnya, ia membayangkan akan menyantap makanan yang sangat lezat. Oleh karenanya, ia tidak perlu makan pada malam hari, karena keesokan harinya ia akan makan sepuasnya. 
Keesokan hari berikutnya, anak saudagar kaya itu sudah sampai di istana. Sebagaimana anak lainnya, ia harus menunggu lama sampai makanan terhidang di meja makan. Beberapa lama kemudian, Said mengeluarkan piring yang berisi tiga telur rebus. Ia pun hendak permisi sebentar ke dalam istana, lalu meninggalkan telur itu di atas meja makan.
Tanpa menunggu lama, anak saudagar tadi langsung melahap ketiga telur rebus tanpa menyisakan satupun sebutir telur. Tidak lama kemudian, Said keluar sambil membawa dua gelas air putih. Ia melihat piring di meja makan kosong.
“ Semuanya?”
“ Iya, aku telah menghabiskan semuanya, karena aku sangat kelaparan.”
Atas kejadian itu, Said mengetahui bahwa anak saudagar itu tak cocok dijadikan sebagai sahabat sejati. Ia lebih mendahulukan kepentingannya sendiri, tidak setia, serta tidak bisa merasakan suka dan duka bersama.
Karena usahanya tidak jua berhasil, Said merasa sangat jengkel dengan kelakuan para anak pembesar kerajaan dan orang kaya yang dikenalnya. Mereka terlalu mementingkan diri sendiri dan tidak setia kawan. Said beranggapan bahwa mereka tidak pantas dijadikan sahabat sejati.
Akhirnya , Said memutuskan untuk mencari sahabat dari luar istana. Said mulai berpetualang menelusuri kampung-kampung dan daerah-daerah terpencil. Setelah lama menjelajah, ia bertemu dengan anak seorang pencari kayu. Anak itu sedang memanggul kayu bakar. Said mengikutinya diam-diam sampai anak tersebut tiba di gubuknya. Pakaian dan gubuknya menunjukkan bahwa ia sangat miskin. Meskipun begitu, matanya memancarkan kecerdasan tinggi dan kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu, lalu shalat dua rakaat. Said  terus memperhatikannya.
Selesai shalat, Said memberanikan diri untuk menghampiri anak tersebut. Ia pun memperkenalkan dirinya. Ternyata, anak itu bernama Suhail.  Said bertanya kepadanya, “Shalat apa yang baru saja kamu kerjakan?” Ia menjawab, “Aku baru saja shalat Dhuha.”
Selanjutnya, Said meminta kepada Suhail agar mau menemaninya bermain. Namun, Suhail menolaknya seraya berucap, “Kita tidak cocok berteman, karena kamu adalah anak orang kaya. Padahal aku anak orang miskin.”
Said berkata, “Kamu tidak boleh berucap seperti itu. Kita tidak boleh membeda-bedakan orang lantaran semuanya adalah hamba Allah Swt. Kita sama di hadapan-Nya, kecuali nilai ketakwaan di sisi-Nya. Aku bukanlah anak yang jahat, dan aku tidak akan menghinamu. Aku hanya ingin berteman dengan mu.”
Suhail berucap, “Baiklah kalau begitu, kita berteman. Tetapi, kita harus saling setia. Maukah kamu menerima tawaranku?” Said menjawab, Tentu saja aku mau.”
Akhirnya  mereka menjalin persahabatan. Setiap hari, mereka bermain bersama. Suhail juga mengajari Said berenang di sungai, menggunakan panah, memanjat pohon. Said begitu senang berteman dengan suhail. Seorang anak yang cerdas, rendah hati, lapang dada, dan setia.
Pada siang hari, mereka kembali ke gubuk Suhail. Disana hanya ada sepotong roti, garam, dan air putih. Meskipun seadanya, Said makan dengan begitu lahapnya. Setelah makan, mereka kembali bermain. Banyak pengalaman baru yang Said dapatkan yang tidak pernah diperolehnya dalam istana. Sore hari Said pamit pulang kepasa Suhail. Sebelum pulang ia berkata kepada Suhail, “ Pergilah ke kota, lalu berikan kertas ini kepada tentara yang kamu temui disana. Ia akan mengantarkanmu ke rumahku.”
Suhail menjawab, “Insyaa Allah, aku akan datang ke istana.”

Keesokan harinya Suhail pergi ke kota dan menuruti perintah Said. Ia tidak membayangkan bahwa ia akan pergi ke istana yang megah dan indah. Rupanya Said adalah anak raja. Pada awalnya, ia merasa ragu ketika hendak masuk ke istana. Tetapi , karena mengingat kebaikan dan kerendahan hati Said selama ini, ia beranikan dirinya untuk masuk ke istana.

Said memeluk Suhail dengan hangat. Sebagaimana anak-anak lainnya, Said pun menguji Suhail. Ia membiarkan Suhail menunggu sangat lama. Meskipun begitu, Suhail tidak merasa lapar, karena ia sudah terbiasa tidak makan bahkan sering berpuasa. Selama menunggu, ia tidak memikirkan tentang makanan sama sekali. Ia hanya berpikir bahwa andai saja semua anak bangsawan itu sebaik Said.

Sekian lama menunggu, akhirnya terhidanglah tiga butir telur rebus. Said mempersilahkan Suhail untuk makan duluan. Suhail mengambil sebutir telur dan mengupasnya secara perlahan. Sementara itu, Said mengupasnya dengan cepat dan menyantapnya. Kemudian Said sengaja mengambil telur yang ketiga. Ia mengupasnya dengan cepat dan segera ia lahap telur terakhir itu. Padahal Suhail baru saja selesai mengupas telurnya.
Setelah itu, Said memperhatikan tindakan Suhail. Ia mengambil pisau, lalu membagi telur tersebut menjadi dua. Setengah telurnya diberikan kepada Said, sedangkan setengah telur lainnya dimakannya. Tak ayal lagi, Said menangis terharu melihatnya. Kemudian, ia memeluk Suhail seraya berkata, “Kamu adalah teman sejatiku. Kamu ialah temanku yang akan mengantarkanku menuju surga.”
Sejak itu mereka berteman sangat akrab. Mereka saling menyayangi dan menghormati karena Allah Swt. Lantaran kekuatan tali persaudaraannya itulah, mereka sempat bertahun-tahun mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada para ulama yang ada di Turki, Syria, Syam, Mesir dan Yaman.
Setelah raja meninggal dunia, Said menggantikan posisi Ayahnya sebagai raja. Dan menteri yang pertama kali dipilihnya adalah Suhail. Bagi Said, Suhail adalah teman seperjuangan dan penasihat raja yang tiada bandingannya.




Minggu, 01 Februari 2015

This is my impression of the Etos Expoooo....




Sabtu, 26 April 2014

Tepatnya hari ini aku pertama kalinya ikut seminar Etos Expo, pengalaman baru menurut ku.. Ini acara yang ku tunggu-tunggu bingits (sedikit alay nggak apa-apa kan), butuh perjuangan ikut etos expo ini..

Ya maklum aku sih dari pelosok desa jadi ya pasti udah tau kannnn medannya berat. Jujur nih aku belum pernah ke UGM, jadi ya agak sedikit takut kesasar.. Untung ada mbah google map yang nujukin jalan, tapi tetep aja kesasar. Sebenernya aku nggak sendirian ada 3  temen ku yang ikut etos expo juga. Dan kami senasib sepenanggungan, sama-sama belum pernah ke UGM.hehe
Kami tiba di kampus UGM kira-kira  pukul  7 lebih. 

“Duh Luasnya UGM sekolahan ku aja kalah”celetuk ku.
“Ya iyalah kalah bandingin sama sekolahan sendiri”Balas pikiranku
Kami telusuri jalan dari Bundaran UGM sampai ketemu Gedung Grha Sabha Pramana yang depannya ada lapangan luas namanya lapangan Pancasila.. Nah kami berempat menuju ke Gedung itu, lucunya kami lewat dari depan. Jujur malu maluuu, malu banget. Penasaran kan malu kenapa..
“Aduh kenapa ini engga ada pesertanya?”
“ Kakak panitianya juga engga ada”. kataku
 Disitu malah banyak pak tukang yang lagi sibuk ngedekorasi gedungnya..
“Awaw salah tempat nih kita kawan”. “Tapi bener kok ini GSP”.
 Kita berempat melangkahkan kaki pergi dari lantai 2 GSP dengan perasan malu malu gimana gitu.. Rupa-upanya sih buat acara wisudaan.  hihi

Aku jalan di barisan terdepan alias disuruh jadi petunjuk jalan. “ hadeh kalian, aku kesini aja belum pernah”. Kucari-cari tengok sana tengok  sini (bacanya pake logat dangdut)..
Ooo..oalah aku baru ingat etos exponya kan di lantai 1, aduh bisa lupa gini ya. Maklum ya aku emang terkenal pelupa.

Yuk Cuuss kita ke lantai bawah!
Aduh udah rame ya yang ngantri, ini gara- gara kita pakai acara tersesat sih. Budayakan mengantri yuk sobat, jangan serobot sana serobot sini.
Suddenly eh tiba- tiba maksudnya, hehe datanglah seorang yang berbadan tinggi aku separoh dari dia kayaknya..
“Dek permisi ini ada acara apa ya?”Tanyanya.( Sambil tersengkal-sengkal bicaranya).
 “Tenang mas tarik napas keluarkan”.kataku dalam batin
Lagian masnya joging-joging gitu sambil tanya mbok ya mandek dulu tarik napas baru bicara.
“Oh ini acara seminar etos expo kak”.Jawab ku.
“Oke makasih dek! “ujarnya sembari kembali joging.
Kembali ke ngantri, yes ini giliran kita nih “Kata temen ku.
 Haha iya udah engga sabar.”Sahutku
Ada peserta lain yang menghampiri,
“Boleh tanya, Apa kamu sudah ambil tiket box nya kemarin?”.
“Belum ini aku lagi ngantri.”
“Oh kalo aku sudah, ngantrinya dimana nih kalo yang udah?”
“Lah itu di sebelah kiri”
“Oke makasih ya.”
 “ Iya sama-sama.”
Beli tiketnya selesai saat nya masuk ruangan.. Alhamdulillah masuk ruangan.
“Cari tempat depan yuk!”Ajak ku
 “Depan udah penuh tuh” ujar temen ku.
 Ah ayolah masih ada kok itu, “pasang muka melas.
Disini aja engga terlalu depan banget. “Oke ya sudahlah.”dengan ekspresi kecewa

Jujur ya padahal aku pengen banget duduk didepan. Lagian duduk didepan itu bisa jelas dan fokus sama apa yang dibicarain. Yah walaupun duduknya engga belakang2 amat, tengah2 juga engga lebih tepatnya antara depan dan tengah2.
Pembukaan acara nih, ini salah satu  yang bikin merinding. Kami semua peserta dan seluruh panitia menyanyikan lagu” Indonesia Raya” bersama-sama. Indonesia Tanah Air ku Tanah Tumpah Darahku.... Kemudian dilanjutkan Mars Etos.

And Then ada penampilan dari Keluarga Paduan Angklung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM dengan Lagu Payphone-Maroon V. Subhanallah keren... Lanjut Lagu Kedua Giring Nidji- Laskar Pelangi, Sontak semua peserta ikut menyanyi..  Baru awal-awal aja udah keren, ah nyesel deh engga duduk didepan. Fufufu _-_

Sekarang sambutan Ketua Panitia Etos Expo oleh Mas Abid Mubarok, selanjutnya sambutan dari Koordinator Etos Expo Wilayah Jogja kalau tidak salah oleh Bapak Murwantoko, dilanjut dari Direktur Beastudietos Pusat kalau engga salah lagi oleh Bapak Kurniawan, selanjutnyaaa oleh Bapak Senawi Kemahasiswaan UGM..hmhm kok jadi kayak pembawa acara gini

Oalah ini toh Bapak Senawi yang diceritain kakak grup subhanallah, Beliau mengenakan pakaian koko dan berkopiyah hitam semakin penasaran. Sambil memberi sedikit motivasi untuk kita semua, “Bangsa yang besar itu adalah bangsa yang menjunjung tinggi pendidikannya”.
“Apa artinya kemampuan tanpa adanya kemauan, etos, dan karakter. Takkan bisa membangun.”
“Tidak hanya kerja  keras  teapi juga kerja cerdas”. Kok jadi inget pelajaran kewirausahaan seorang wirausaha itu harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, yang satu apa ya lupa.hehe

Aduh duh malah jadi membahas kewirausahaan jadi OOT kan (Out Of Topic).
Yang engga kalah keren quote beliau“Kenali Jati diri,Kenali Potensi” simple tapi bermakna luas.

Udahan ya cerita Bapak Senawinya, Lanjut ada game nih buat menyambut Bang Tere Liye. Ada sepuluh orang tercepat yang kedepan yang bakalan ikut game nya..
OK game nya gini kan di GSP ada 10 pintu (kalau engga salah ingat nih) nah mereka diminta nebak Bang Tere akan masuk lewat pintu mana.. Ayoo pada lari-larian,hehe.
Menurut insting ku sih dari pintu belakang sendiri. Dan ternyata oh tenyata benerkan dari pintu paling belakang. Semua peserta langsung menjerit-jerrit. Eh engga semua sih sebagian, maklum kebanyakan akhwatnya. Aku keep Kalem ajalah. ^_^


Nah time for Bang Tere give motivation. Temanya kali ini Pemuda Muslim, Pemuda berprestasi. Bang Tere juga berbagi cerita tentang seekor Burung Pipi, Penyu dan Sebatang Pohon Kelapa. Sangat memotivasi deh pokoknya.
Ini ada kata-kata dari Bang Tere.
Bang Tere bilang “ Kata Pepatah Lama waktu yang terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Karena dengan begitu kamu bisa memetik hasilnya saat ini. Tapi jika tidak,  waktu kedua terbaik adalah saat ini, Karena kamu akan bisa memetik hasilnya 20 tahun yang akan datang. Namun, jika kamu tidak pernah menanamnya kamu pun tidak akan bisa menikmati hasilnya.” ^_^

Ada banyak pelajaran dari apa yang Bang Tere berikan engga ada yang sia-sia pokoknya. Ini  adalah salah satu pengalaman yang tidak akan pernah ku lupakan.
Ini beberapa kata motivasi yang masih melekat dalam pikiran ku,
·             1. Semua kita adalah spesial. Jadi jangan pernah mengeluh aku ini tak ada berharganya sedikit pun untuk mereka. Ett ett pikir dulu dong kalau bicara
·         2. Musuh Terbesat kita adalah Kemalasan. Yap Betul kata “Malas” itu sudah pasti melekat pada setiap manusia, tinggal kitanya aja bagaimana biartidak diperbudak oleh kemalasan yang timbul paa diri.
·           3. Lakukan yang terbaik, tidak ada cara spesial untuk menjadi SPESIAL. Yuhu melakukan  sesuatu sebaik mungkin sesemaksimal mungkin dengan dibarengi doa tentunya.
·            4. Temukan Hobi, Aktivitas, Kegiatan Bermanfaat.
·            5. Dalam seiap kesempatan, attitude (Sikap) selalu lebih penting dibanding jenius.
·           6. Masa Muda tak akan pernah kembali. Maka Bergegaslah!
 Nah itu yang ku ingat dan selalu membuatku memikirkan kan kaka-kata tersebut untuk ku implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.. cie cie ngomong apa aku ini

Langsung ngebut aja deh ceritanya, hehe
Ini nih ada penampilan dari Deaf Art Community, Siapa coba hayoo..? Mau tau engga?. Mereka adalah comunitas yang Luar biasa, Walaupun mereka tidak bisa mendengar kan dengan Telinga. Tapi mereka bisa mendengarkan lewat hati mereka.Hehe
Aku perkenalkan nama personil nya Kak Ahmad, Kak Fani, Kak Arief dan Kak Zakka. Dengan keterbatasan mereka bisa meraih impian mereka, apalagi kita yang diberi kesempurnaan alat indra. Mereka bisa hiphop loh! Keren deh pokoknya.
Pernah baca begini “Cinta dan mimpi adalah mukjizat. Mereka tidak perlu didengar, diucapkan, atau diterjemahkan.”
Mereka aja Bisa! Kenapa kita engga! Syukron atas inspirasinya DACjogja ^_^

Sekarang nih yang ku tunggu-tunggu banget.. hehe
Nunggu Mbak Birrul Qodriyyah memberi sedikit motivasi. Mbak Birrul salah satu yang menginspirasi ku. Makanya aku semangat sekali ^_^
Ada yang tahu mbak Birrul itu siapa? Mbak Birrul adalah Mapres UGM 2013, mahasiswa berprestasi dengan segudang prestasinya.hehe
Dibawah ini kata-kata yang keluar dari celetukannya mbak Birrul :
“Kuliah itu Murah, untuk yang mau memperjuangkan. “
“Semua orang harusnya bisa berkuliah, sebagaimana setiap orang bisa makan.”
“Seratus, seribu, sejuta langkah dimulai dari langkah pertama. Karenany siapkan niat awal.”
“Yang menentukan bagus atau tidakya pilihan kita, adalah kita sendiri.”
Kata-kata terlontar memang cukup sederhana tapi Subhanallah memiliki makna yang amat mendalam bagi ku. 

Sebenernya acaranya itu panjang banget sampai 17.30 an dan banyak banget hal-hal yang tak bisa ku ceritakan satu per satu. Takutnya panjang kali lebar sama dengan Luas. ^_^
Ada banyak presentasi dari beberapa beasiswa di UGM juga Stan beberapa Fakultas. Seminar Etos Expo ini sangat sangat mengesankan. Aku dapat banyak ilmu, banyak belajar, de el el. ^_^ Syukron Khatsiron buat kakak panitia semuanya.
Dan yang engga kalah lucu, saat aku dan temen ku tanya ke kakak panitia ini itu dan nasib kita bagaimana pulangnya. Eh malah di ajakin narsis foto foto.

 Quote penutup from me. “Jika bukan karena lapangnya harapan alangka sempit hidup kita. Berani memiliki harapan akan menggerakkan kita untuk berani mengejarnya. Harapan yang besar adalah tanda meraihnya juga besar.”
“Dan Doa adalah senjata yang sangat penting dalam mewujudkan harapan. Allah Maha Melihat Kesungguhan setiap hamba-Nya”

Tentang Cinta







Cinta memang bukan perkara baru lagi di telinga kita. Kehidupan tergerak, denyut nadi perjuangan terhempas dan pengorbanan menjadi  ringan saat cinta menjelma, dan merasuk kedalam jiwa. Cinta memang dahsyat, menjadi penerang saat hati diterpa kegundahan. Obat penyejuk di tengah gersangnya gurun kehidupan. Namun siapa sangka, oleh karena cinta pula banyak orang terjerembab, melalaikan untuk apa ia diciptakan hingga ingkar kepada Allah. Dzat yang seharusnya menjadi labuhan dan tambatan akhir dari setiap jengkal cinta.

Sebagai manusia kita tak akan mungkin terlepas dari cinta. Kurang bijaksana bila kita menutup mata untuk tidak mengetahui seluk beluk tentang cinta. Apalagi saat cinta itu menyapa, menyemai benih dalam lubuk jiwa. Jangan berusaha menyembunyikannya atau sok tidak merasakannya, karena cinta memang fitrah pemberian Allah yang harusnya kita jaga dan pelihara sesuai sunnah NabiNya Atau kebablasan dalam menyikapinya sehingga terjerumus dalam lembah dosa. Astagfirullah!

Manusia adalah makhluk yang sempurna. Dalam sifat sempurnanya itu, terdapat hati yang berfungsi untuk merasakan. Dengan keajaiban yang diberikan Allah ta’ala, hati terkadang bisa mendorong mata untuk menangis dan bibir untuk tersenyum. Di hati inilah perasaan cinta itu hadir. Dengan hati inilah, manusia berhak untuk merasakan cinta, dicintai dan mencintai.

Pertanyaannya kemudian, Apakah cinta itu? Kapan harus mencintai dan kapan menjadi seseorang yang dicintai? Nampaknya pertanyaan ini cukup membuat kita tertarik untuk mendalaminya lebih lanjut. Kalau ditanya cinta itu apa, mungkin jawaban yang bisa diberikan adalah bahwa cinta adalah fitrah manusia. Sebagian orang berpendapat bahwa cinta itu ibarat madu sekaligus racun. Disatu sisi cinta dapat membawa manfaat sekaligus kebahagiaan luar biasa. Namun disisi lain, cinta dapat berubah menjadi hal yang berbahaya, tercela bahkan membawa penderitaan.

Sebagian orang berpendapat, cinta identik dengan nafsu. Bahkan mereka berpendapat   cinta itu tidak bisa terlepas atau sengaja dinafikan dari nafsu. Benarkah ini?
Manusia diberi akal sebagai kelebihan dan keistimewaan dari makhluk lain, maka sebaiknya kita pergunakan akal dengan sebaik-baiknya dalam menempatkan nafsu di dalam cinta dan berpikir serta merenungi perasaan di dalam dada berdasarkan akal sehat, bukannya berpikir dan merasa berdasarkan hawa nafsu.

Nafsu bak bunga-bunga penghias cinta dan salah satu pengungkap perasaan,agar membuat cinta itu tetap awet dan bisa bertahan dalam keharmonisan . Bukankah dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa manusia dihiasi dengan nafsu syahwat terhadap wanita, anak serta harta benda dan segala kemewahan.
Allah berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran[3]: 14)

Islam sendiri pun telah mengakui eksistensi cinta terhadap lawan jenis. Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri manusia. Akan tetapi,cinta itu harus dijaga dan dilindungi dari kehinaan. Cinta pada lawan jenis bukan sesuatu yang kotor. Bahkan ia adalah sesuatu yang suci. Dan pernikahan adalah “Bingkai” yang dapat menjaga kesuciannya. 

Ibnu Qayyim Al- Jauziyyah pernah berkata tentang cinta suci. Cinta suci dari seorang laki-laki yang suci, yang tidak menginginkan agama dan kesucian darinya serta pribadinya menjadi rusak. Dia juga tidak ingin hubungan antara dirinya dengan Allah menjadi renggang. Inilah cinta orang-orang salaf yang mulia.

Ungkapan seorang pria yang mencintai seorang wanita. “Sesungguhnya saya mencintainya karena Allah dan saya ingin agar cinta yang benar di hadapan Allah”. Untuk membingkai cintanya agar ia tetap suci sesuai fitrahnya, lalu sang pria  berusaha dan bersungguh-sungguh menikahinya dengan cara yang di Ridhai Allah. Subhannallah

Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, “Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya. Inilah yang membuatnya menjadi tercela.

Quote untuk yang takut mengakui cintanya. “ Cinta menyakitkan bila Anda putuskan hubungan dengan seseorang. Itu malah lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu. Tapi cinta paling menyakitkan bila orang yang kau cintai sama sekali tidak mengetahui perasaanmu terhadapnya.

Ada sebuah puisi sebagai penutup.

Sering nampak ketika fajar usai tenggelam
Pesona keutuhan lingkup melingkar
Meski redup dia tunjukkan terang
Dalam gelap, iringan ketika petang
Kadang utuh, kadang berkurang
                Dalam malam dia ditemani bintang
                Dalam bayang, dia dipandangi awan
                Putaran Rotasi-Nya yang akan menentukan
                Atas karunia- Nya semua terciptakan
                Dalam fitrah, terkandung suatu keagungan
                Menjaga setiap kemungkinan
Dalam keadaan rasa tak terduga datang
Setiap doa menentukan keutuhan rasa
Harapan rasa untuk bisa mendekatkan kepada-Nya
Tujuan mulia agar di Ridhoi- Nya
Selalu menjaga keutuhan cinta- Nya
Agar dalam penantian, cahaya kan menjemputnya
Tentu saja semua atas ridho-Nya
Ridho Tuhan alam semesta